Dog Days: Melampaui Kasih Sayang Seekor Anjing


Bahrul Amsal, 11 November 2024


Tanggal rilis: 7 Februari 2024 (Korea Selatan). Sutradara: Kim Deokmin Pemeran: Youn Yuh-jung; Yoo Hae-jin; Kim Yun-jin; Jung Sung-hwa; Kim Seo-hyung; Daniel Henney; Lee Hyun-woo; Tang Jun-sang. Genre: Film komedi, Drama. Durasi: 2 jam

 

Film ini tidak pantas disebut drama komedi meski dibintangi Yoo Hae-jin, aktor ikonik Korea Selatan yang berwajah mirip petinju yang sedang babak belur itu. Dari sisi fisiognomi wajah Yoo Hae-jin memang terlihat lucu, tapi film ini lebih dari sekadar drama komedi. Energi saya lebih banyak menciptakan kesedihan dan air mata saat tenggelam dalam permainan akting para pemeran film ini, terutama di sesi seperdua film yang lebih intens mengemukakan benang merah jalan cerita yang awalnya masih berupa fragmen-fragmen yang berpeluang menciptakan kebosanan. 

Jika bisa jujur lebih dari dua kali saya terbuai rasa kantuk dan mesti mencari cara agar film ini dapat saya nikmati seperti bagaimana saya menonton film-film selama ini. Ketiduran adalah kejadian klise bagi seseorang yang hanya memanfaatkan film untuk mengisi waktu senggangnya terutama di saat malam hari. Kantuk lebih kuasa dibandingkan scene-scene dramatik. 

Bagi saya film mengandung nilai-nilai tertentu yang patut dipertimbangkan untuk mencari peluang-peluang baru dalam mempelajari apa yang sedang terjadi di sekitar kita. 

Jadi, bukan sekadar alat yang dimanfaatkan demi hiburan semata. 

Banyak orang menemukan kesadaran baru dari film dan memulai suatu kegiatan yang sama sekali tidak pernah ia lakukan melalui kesadaran itu. Bahkan bagi sineas-sineas tertentu menjadikan film sama posisinya seperti kitab suci, yang mendorong mereka menciptakan kebijaksanaan tertentu melalui adegan, dialog, atau karakter yang bermain di dalamnya. 

Lalu bagaimana dengan Dog Days (2024) film yang saya bicarakan ini? 

Saya beranggapan film ini lebih related dengan pecinta binatang, terutama pecinta binatang yang menyukai film. Tetapi, setelah saya pikirkan kembali Dog Days sepertinya diperuntukkan untuk semua kalangan, terutama bagi seseorang yang menginginkan kehangatan dari ikatan keluarga dan persahabatan. Omong-omong tentang persahabatan apalagi keluarga, saat ini banyak orang yang mengubah persepsinya tentang sahabat dan keluarga. Bahkan akibat kompleksitas kehidupan yang makin ruwet makna persahabatan dan keluarga ikut mengalami perubahan kalau bukan pergeseran. 

Perasaan saling memiliki sehingga dapat saling menukar perhatian dan kasih sayang nampaknya tidak lagi perlu melibatkan seorang individu dengan individu lain, melainkan seorang individu dengan seekor binatang. 

Konon serigala merupakan hewan paling setia, tapi tidak mungkin ia dapat menyesuaiakan kehidupan buasnya berdampingan dengan mobilitas manusia. Itu sebabnya banyak orang memilih anjing atau kucing hewan yang lebih mudah dipelihara ketimbang serigala yang lebih tepat hidup secara kawanan. 

Dibanding kucing, anjing mudah dilatih mengajarinya sejenis sopan santun agar tidak sembarangan menyerang orang lain. Anjing mampu melindungi pemiliknya bahkan kediaman tempat ia tinggal. Alih-alih akan lari bersembunyi seperti dilakukan kucing, jika melihat sosok tidak dikenal anjing akan menggonggong untuk membangunkan tuannya. 

Dan, yang paling bernilai dari anjing adalah loyalitasnya. Anjing bahkan akan berupaya memahami apa yang disampaikan kepadanya meski itu tidak akan mungkin terjadi ketimbang kucing yang dipandang sebagai hewan egois jika diajak berkomunikasi. Anjing salah satu dari hewan yang membuat manusia dapat belajar mengenai kesetiaan dan ketulusan. 

Jika gajah mengajarkan manusia mengenai kesedihan saat ditinggal anggota keluarganya, maka anjing mengajarkan kita menyangkut ketulusan dalam mengikat kesetiaan. Tapi Dog Days tidak saja menjelaskan dimensi kesetiaan dari binatang seperti anjing, film ini juga mengetengahkan kekosongan manusia yang kerap disembunyikan melalaui berbagai cara dan berbagai upaya. Ya, masyarakat modern merupakan tipikal masyarakat atomistik, yang mengalami diferensiasi dan pembagian kerja ekstrem sehingga membuat satu sama lain kehilangan ikatan harmonis yang berisi kehangatan dan kasih sayang. Karena khawatir tidak akan mendapatkan balasan kesetiaan dan kasih sayang dari orang-orang sekitar, sering juga manusia mensiasatinya dengan mencurahkan perhatiannya kepada binatang peliharaan. 

Belakangan bukan sekadar peliharaan rumah, seekor anjing atau kucing bisa menjadi saudara anda karena telah dianggap sebagai anggota keluarga. 

Jadi, singkatnya Dog Days memiliki enam latar belakang cerita yang kemudian saling terikat karena anjing peliharaan. 

Orang-orang ini awalnya tidak terhubung sama sekali, dan tidak saling mengenal. Meski kehidupan masing-masing di antaranya memiliki rel berbeda-beda, tapi berkat keberadaan Wanda, seekor anjing berjenis French Bulldog misalnya, dapat mengeratkan seorang guru besar Arsitek dengan pemuda pengantar makanan online. Atau membuat sepasang suami istri yang lama tidak merasakan kehangatan keluarga memiliki anak dapat hidup bahagia setelah keberadaan anjing peliharaan di tengah-tengah kehidupan mereka. 

Setiap orang menurut saya pernah mengalami hari-hari berat, atau di suatu titik kehidupannya bakal mengalaminya. Bagi masyarakat Korea Selatan, ekspresi yang menggambarkan sulitnya menghadapi kesulitaan hidup disebut pula sebagai dogeudeijeu (dog days, 도그데이즈). Dari sisi ini, dog days bermakna lebih melampaui dari sekadar hari milik anjing, justru artinya melambangkan hubungan dan ikatan sesama manusia yang membutuhkan lebih panjang perjuangan dan pelajaran dalam upaya pencarian kebahagiaan yang makin sulit diterjemahkan di tengah-tengah kesepian satu sama lain. 

Kredit ini cukup baik diperlihatkan melalui permainan peran terutama oleh Youn Yuh Jung sebagai Min Seo, perempuan tunggal dan tua yang tinggal sendirian dengan kemewahan dan ketenarannya sebagai arsitek terkenal. Kompleksitas atas kesendirian, kekayaan, ketenaran, dan usia tua yang membuatnya sakit-sakitan memperlihatkan kesepian dan kecemasan merupakan momok berbahaya jika tidak segera ditangani. 

Isu kesehatan mental di Korea Selatan merupakan masalah serius. Survei Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan pada 2021 mencatat 32,7 % pria dan 22,9 % perempuan mengalami gejala penyakit mental setidaknya satu kali dalam hidup mereka (Choi, 2023). 

Korea Selatan merupakan negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia, dan penyebab kematian terbanyak bagi orang berusia 10 hingga 39 (Statista, 2024). Rata-rata penyakit mental seperti depresi, kecemasan, dan kesulitan keuangan diidentifikasi sebagai penyebab signifikan angka bunuh diri terus bertambah selama satu dekade di Korea Selatan (L. Yoon, 2024). Untuk menangani masalah serius ini, pemerintah Korea Selatan menganggarkan 315.8 miliar won di tahun 2023 yang meningkat 84 persen dari anggaran 2019. 

Anggaran yang terbilang besar ini diperuntukkan utamanya untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan biaya perawatan kesehatan mental. Dengan data-data seperti in, Dog Days dapat dikatakan memiliki peran tersendiri dalam memberikan pemahaman mengenai betapa perlunya satu sama lain mencurahkan perhatian agar dapat menemukan relasi kemanusiaan yang saling mengisi dan mengantisipasi. Meminjam analisis Erich Fromm, seorang psikolog kritis asal Jerman, masyarakat yang mengalami tingkat modernisasi yang tinggi akan menghadapi krisis eksistensi berupa keterasingan diri. 

Dari prosesnya keterasingan diri akan melahirkan kehampaan meski seseorang setiap saat hidup di dalam kesejahteraan ekonomi yang berlimpah. Masyarakat yang terperangkap di dalam kesejahteraan palsu disebutkan Fromm merupakan masyarakat yang tidak memiliki kesenian dalam mencintai, lantaran sifat egoistik yang haus perhatian tapi tidak ingin memberi perhatian. Melalui perspektif ini, Dog Days merupakan film yang dapat ditafsirkan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan sekalipun itu ditemukan dari seekor dua ekor anjing peliharaan. Satu di antara nilai penting Dog Days adalah ia berhasil mengungkap kunci kebahagiaan yang nyaris dilupakan masyarakat kontemporer, yaitu saling berbagi perhatian!